Tuesday, January 10, 2012

Ajar Seks ke Jemaat, Pendeta dan Istri Nginap di Atap Gereja



    Sepakbola-Ed Young, seorang pendeta penginjil dan istrinya akan menghabiskan 24 jam bersama di ranjang di atap gerejanya pekan ini di Texas, AS. Ini dilakukan sebagai menggarisbawahi pentingnya kegiatan seks secara teratur bagi pasangan suami-istri Kristen terutama jemaatnya.

    Ed Young adalah pendeta yang memimpin Persekutuan Megachurch di Grapevine, kota dekat Dallas, AS. Young akan menginap bersama istrinya mulai pukul 06.00 Jumat (13/1/2012) hingga Sabtu (14/1/2012) pukul 06.00. Acara itu akan ditayangkan live melalui streaming di website.

    Malahan dia dan Lisa istrinya, akan menggelar wawancara menjawab pertanyaan seputar hubungan suami istri. "Dan mengajar tentang tujuan Tuhan untuk keintiman dalam pernikahan," ujar Ed Young dikutip Guardian.co.uk, Senin (9/1/2012).

    Pendeta Young menulis buku Sexperiment, yang merupakan gabungan dari kata Sex dan experiment berisi tentang tujuh tantangan seks bagi pasangan suami-istri. Setelah melakukan hubungan seks setiap hari selama sepekan penuh, suami-istri akan mampu merasakan pengalaman kekuatan atas pernikahan yang berjalan dalam kehendak Tuhan.

    Young juga menulis buku lain berjudul The Ten Commandments of Marriage (10 Perintah atas Pernikahan) dan Rating Your Dating While Waiting for Mating (Menilai Perkencanan Anda selama Menanti Pernikahan). Dalam bukunya, si pendeta pertama-tama meminta umatnya untuk secara sistematis menyegarkan kembali kehidupan seks mereka setelah beberapa tahun berlalu. Dia juga mengembangkan program menjadi semacam panduan untuk membantu secara mandiri bagi pembacanya.

    Dalam situsnya, seorang pengunjung memberi komentar,"Bagus lah pastor Ed Young membicarakan tentang ini di dalam gereja. Karena sudah terlalu lama kita malu berbicara soal seks dan iblis yang memiliki lahan ini," tulis Cori seorang pengunjung situs.

    Cori menyerukan, kini saatnya umat Kristiani mengambil kembali tema pembahasan yang seharusnya menjadi topik pembahasan mereka.

No comments:

Post a Comment