Sunday, November 27, 2011

Kepsek SD Diduga Cabuli 8 Siswi di Rumah Dinas

    Seorang oknum Kepala Sekolah Dasar (SD) di kelurahan Tafaga, kecamatan Moti, Ternate, Maluku Utara, dilaporkan sejumlah orang tua murid karena diduga telah melakukan aksi pencabulan terhadap delapan anak di bawah umur.

    Oknum Kepsek SD berinisial FK itu dilaporkan ke Polres Ternate, hanya dilaporkan orang tua tiga murid yang diduga jadi korban pencabulan. Sementara lima orang siswi lainnya takut melapor karena diancam oleh FK.



    Ke-delapan korban pencabulan saat ini rata-rata duduk di bangku SMP. Delapan korban tersebut berinisial, Ms, Sus, Irw, Slf, Yl, Sd, St, dan Sn.

    Aksi pencabulan itu sendiri, menurut para orang tua murid dilakukan setahun silam. Saat FK masih menjabat sebagai wakil Kepsek SMPN 1 Tafaga, kecamatan Moti. “Karena sudah diketahui orang tua, jadi kami laporkan ke pihak berwajib untuk diproses,” kata seorang korban yang ditemui, Sabtu (26/11/2011).

    Menurut salah seorang korban, ketika itu selain menjabat sebagai Wakil Kepsek, FK juga mengajar mata pelajaran biologi kepada mereka. “Kami delapan siswa ini diajak secara bergiliran, satu malam tiga siswi. Jadi sistem bergiliran setiap malam. Waktu itu, kami tidak bisa laporkan kejadian karena takut sama orang tua,” ungkap siswi yang saat ini duduk di kelas 2 SMP itu.

    Menurut keterangan para korban, setiap kali diajak ke rumahnya dengan alasan belajar malam itu, pelaku selalu menggerayangi tubuh para korban. Padahal, pelaku sendiri telah beristeri, namun karena hidup sendirian di rumah dinasnya, dia bebas berbuat semaunya.

    SKepala SPK Polres Ternate Aipda Purnomo saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. “Kami pun langsung mengontak Polsek setempat untuk mengamankan pelaku,” jelas Purnomo.

    Hingga berita ini diturunkan, pelaku belum juga berhasil diamankan Polsek Moti. Kapolsek Moti Ipda Haisuddin saat dihubungi via telepon seluler, menyebutkan, pelaku saat didatangi tidak berada di tempat karena tengah menghadiri acara perkawinan keluarganya di pulau Makian, Halmahera Selatan.

    "Mungkin dalam pekan depan setelah pulang, akan kami amankan. Yang pasti kami juga tengah mengumpulkan data-data terkait laporan ini," ujar Ipda Haisuddin.

No comments:

Post a Comment