Saturday, August 27, 2011

Tahun 2012 Menara Tertinggi Di Dunia ada Di Indonesia Sumber






    Indonesia
    sudah semakin berbenah dengan ditandai pembangunan Menara Jakarta
    setinggi 558 meter di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat dan akan
    dilanjutkan tahun ini. Bahkan pembuatan pondasinya telah selesai dan
    kini menginjak pembangunan pada tahapan berikutnya. Sebelumnya,
    pembangunan Menara Jakarta sempat terhenti akibat krisis ekonomi tahun
    1998. Pembangunan Menara Jakarta yang menelan anggaran Rp 3 triliun ini
    ditargetkan rampung 2012 mendatang.




    Gubernur
    DKI Jakarta Fauzi Bowo yang belum lama ini meninjau pembangunan menara
    itu mengatakan, saat ini pihak developer tengah melanjutkan
    pembangunan tahapan selanjutnya. Hanya saja memang ada perijinan yang
    harus disesuaikan. Sebab, ada perubahan-perubahan tata letak yang tidak
    sesuai lagi dengan perencanaan yang baru. Karena pembuatan tata letak
    belum dilakukan, dia mengimbau agar perizinannya disesuaikan dengan
    tata letak yang baru.


    “Ada
    perubahan-perubahan tata letaknya, tapi itu belum dibuat. Nah saya
    bilang itu perlu penyesuaian karena konsepnya telah berbeda dari awal.
    Saya kira izinnya perlu disesuaikan,”
    ujar Fauzi Bowo, Jumat (6/2).


    Kenapa
    gubernur mendesak developer segera menyelesaikan masalah perizinan
    karena memang untuk saat ini pembangunan Menara Jakarta itu sangat
    penting untuk Kota Jakarta. Sehingga ke depan Jakarta atau bahkan
    Indonesia akan memiliki menara permanen seperti di Seoul, Shanghai,
    Toronto, Paris. Dengan begitu, diharapkan dapat membantu meminimalisir
    tumbuhnya hutan menara di Jakarta.


    Tentunya,
    untuk memenuhi kebutuhan transmisinya harus didukung dengan pembuatan
    jaringan fiber optik di seluruh kota Jakarta. Jika pembangunan Menara
    Jakarta itu tuntas, ke depan diharapkan kesemrawutan soal banyaknya
    menara seluler yang dikritik warga dapat dikurangi. Setidaknya
    kabel-kabel akan berkurang karena diganti dengan jaringan fiber optik.




    Menara
    Jakarta setinggi 558 meter ini nantinya akan mengalahkan Oriental
    Pearl Tower, Shanghai, setinggi 460 meter, KL Tower di Malaysia 421
    meter, dan CN Tower di Kanada setinggi 533 meter. Dan tak kalah
    penting, Menara Jakarta akan dijadikan sebagai pusat jaringan
    telekomonikasi dan multimedia dengan data center dan disaster recovery
    center. “Menara Jakarta akan dijadikan sebagai traffic control dan pusat jaringan fiber optik di Jakarta,” ungkap Fauzi Bowo.


    Memang
    benar. Menara Jakarta akan dijadikan pusat pusat menara-menara base
    tranceiver station (BTS) agar Jakarta tidak menyerupai hutan menara.
    Saat ini menara BTS diperkirakan mencapai 3.400 menara. Karena itu,
    Pemprov DKI akan mengatur penempatan menara menjadi tiga pola
    persebaran dan menjadikan Menara Jakarta di Kemayoran, Jakarta Pusat,
    sebagai pusat menara BTS. Selain itu, setiap operator seluler dan
    provider internet juga diwajibkan memakai jaringan kabel serat optik
    (fiber optic network) untuk akses jaringan di dalam kota.


    Menara
    Jakarta sangat representatif untuk dijadikan pusat menara BTS di
    Jakarta. Sebab, menara yang dibangun di atas lahan seluas 5,3 hektar
    ini merupakan sebuah pengembangan terpadu yang terdiri atas menara
    telekomunikasi dan penyiaran multifungsi, dengan ketinggian 558 meter.
    Belum lagi, jaringan utilitasnya didukung berbagai fungsi properti
    sehingga menjadi sebuah destination center.


    Dengan
    adanya sarana pendukung ini, maka manfaat umum yang bisa diberikan
    antara lain bisa menjadi pendukung sistem telekomunikasi dan penyiaran
    (antena di puncak menara sebagai shared facility) serta menjadi pusat
    jaringan di bidang ICT (Information and Communication Technology) yang
    dapat digunakan sebagai data center dan data disaster recovery center.
    Sedangkan, manfaat lainnya yaitu bisa menjadi sarana pendukung fungsi
    monitoring bagi TNI atau Polri (surveillance camera di puncak menara),
    pusat kegiatan bisnis berkelas internasional (perkantoran, hotel,
    multi-purpose hall, life-style center), sebagai daya tarik pariwisata
    dan edutainment (observation deck, Indonesia Discovery, revolving
    resto.), serta membuka lapangan kerja selama masa pembangunan dan masa
    pengoperasian.


    Sebelumnya,
    Direktur Proyek Menara Jakarta, Roesdiman Soegiarso, membenarkan
    keberadaan Menara Jakarta bisa membantu dan mendukung program Pemprov
    DKI dalam menertibkan menara-menara BTS di ibukota. Selain itu, Menara
    Jakarta bisa dijadikan sebagai pusat disaster management yaitu menjadi
    pusat pengamanan data saat terjadi bencana alam seperti gempa atau
    banjir bahkan kebakaran. “Menara ini bisa dipakai untuk
    broadcasting televisi, dan Pemprov DKI bisa memanfaatkannya dan
    mendukung program penertiban menara BTS,”
    kata Roesdiman.




    Pembangunan
    menara yang menelan dana Rp 3 triliun ini ditargetkan selesai tahun
    2012. Sedangkan, perkembangan pembangunan dari tahun 2004 hingga 2008
    ini, terang Roesdiman, yaitu pekerjaan galian tanah dengan total volume
    830.000 meter kubik, pekerjaan diaphragm-wall dengan keliling 936
    meter dengan kedalaman -30 meter, pekerjaan ground-anchor mencapai
    1.461 titik, dan pekerjaan pengecoran lantai kerja basement seluas area
    53 hektar.


    Sekadar diketahui, ide Menara Jakarta
    berawal pada tahun 1994 oleh Mantan Presiden RI (Alm) Soeharto dengan
    fungsi sebagai Menara Telekomunikasi dan Multimedia yang didukung
    fasilitas lain seperti mal dan ikon nasional. Kepercayaan untuk
    merealisasikan ide tersebut diberikan kepada Prajogo Pangestu, yang
    selanjutnya mengajak beberapa pengusaha lain untuk bergabung dan
    merealisasikan ide tersebut dengan membentuk PT Indocitra Grahabawana.
    Pada tahun 1995, diadakan sayembara internasional disain Menara Jakarta.
    ECADI (East China Architectural Design Institute) keluar sebagai
    pemenang. Bahkan, ECADI juga diketahui telah berpengalaman mendisain
    menara Oriental Pearl Tower di Shanghai.


    Setelah
    mendapat disain menara yang diinginkan, tahun 1996 PT Telkom, PT
    Indosat dan TVRI bergabung dan membentuk badan baru yaitu PT Menara
    Jakarta. Kemudian peresmian pembangunan proyek Menara Jakarta dilakukan
    pada 12 Agustus 1997 oleh Mensesneg RI, Moerdiono. Di tahun 1998,
    pekerjaan terhenti total akibat krisis moneter. Pada tahun 2004,
    dibentuk PT Prasada Japa Pamudja dan pembangunan Menara Jakarta
    dilanjutkan kembali secara resmi dibuka pada 15 April oleh Mensesneg RI
    Bambang Kesowo bersama Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Keren ya kalau
    menaranya tertinggi di dunia, siapa tahu bisa jadi salah satu keajaiban
    dunia yang baru!


     
    Klik di Bawah Untuk Bersedekah







No comments:

Post a Comment