Thursday, August 11, 2011

Ilmuwan Salah Hitung, 'Kiamat' Bangsa Maya Bukan 2012






    Tahun 2012 pernah jadi sangat penting dan membuat ketar-ketir gara -gara muncul film Hollywood bertema kiamat, '2012'.



    Film besutan sutradara Roland Emmerich itu memanfaatkan mitos akhir
    penanggalan Bangsa Maya, 21 Desember 2012, sebagai hari kehancuran
    dunia.



    Saat ini, tahun 2012 kembali disebut-sebut gara-gara terbit buku
    berjudul "Calendars and Years II: Astronomy and Time in the Ancient and
    Medieval World" (Kalender dan Tahun II: Astronomi dan Waktu di Dunia
    Kuno dan Abad Pertengahan) terbitan tahun 2010.



    Namun, jangankan soal kebenaran ramalan kiamat. Buku itu malah
    mengungkap perhitungan akhir kalender 'Long Count' Maya diduga kuat
    tidak akurat. Selisihnya bisa 50 sampai 60 tahun.



    Bagaimana bisa?



    Isu besarnya, saat meneliti kalender kuno, arkeolog berusaha
    mengkorelasikan frame waktu mereka dengan kalender modern (Gregorian).



    Misalnya, momentum-momentum penting Bangsa Maya seperti kelaparan
    perang, perayaan agama -- diterjemahkan dalam format hari/bulan/ tahun
    masa kini.



    Para ahli Maya berusaha menemukan momentum penting yang bisa menghubungkan kelender 'Long Count' dengan Gregorian.



    Untuk itu, para ilmuwan Maya menggunakan faktor korelasi yang dinamakan
    'Konstanta GMT'. Inisial GMT didapatkan dari nama penemunya -- Joseph
    Goodman, Juan Martinez-Hernandez, dan J. Eric S. Thompson.



    Adalah profesor Gerardo Aldana dari dari University of California, Santa
    Barbara yang mempertanyakan validitas korelasi -- berdasarkan adanya
    miskorelasi peristiwa astronomi di masa lalu.



    Aldana menuliskan hal itu dalam bab khusus di buku "Calendars and Years
    II: Astronomy and Time in the Ancient and Medieval World"



    Kata dia, Bangsa Maya adalah astronom yang canggih di jamannya. Mereka juga teliti merekam kejadian di langit saat malam hari.



    Bangsa Maya mendokumentasikan fase Bulan, gerhana, dan bahkan melacak
    pergerakan Planet Venus. Catatan mereka memungkinkan mereka untuk
    memperkirakan siklus astronomi masa depan dengan akurasi besar.



    Menurut Aldana, meski GMT menggunakan sumber bukti astronomi, arkeologi,
    sejarah untuk mengkorelasikan 'Long Count' dengan kalender modern, ada
    keraguan ketika bukti-bukti itu ditafsirkan dari artefak Maya kuno dan
    teks kolonial.



    Misalnya, peristiwa penting, tanggal pertempuran yang ditetapkan
    penguasa Dos pilas (situs Maya di Guatemala). Penguasa Balaj Chan
    K’awiil memilih tanggal ini berdasarkan penampakan 'Chak Ek'.



    Oleh arkeolog Stockholm University, Johan Normark, 'Chak Ek' diartikan
    sebagai Venus. Namun, Aldana dalam studinya menentang hal itu. Kata dia,
    'Chak Ek' adalah meteor.



    Bayangkan, jika kejadian dikorelasikan dengan Venus tapi sejatinya itu
    berkaitan dengan peristiwa acak seperti halnya penampakan meteorit?
    Jelas hasil dari menghubung-hubungkan waktu dalam kalender Maya dengan
    kalender modern acak-acakan dan pasti selisih.



    Dalam tulisannya, Aldana menyajikan beberapa alasan mengapa konstanta
    GMT tak bisa diandalkan. Dia bukan orang pertama yang meragukannya.



    Namun, penelitian lebih lanjut seperti penentuan waktu dengan
    radiokarbon perlu dilakukan untuk mendukung dalilnya. Jadi, masih
    percaya kiamat bakal terjadi 2012?
    Klik di Bawah Untuk Bersedekah







No comments:

Post a Comment