Friday, August 26, 2011

Bukti Al - Quran Bukan Buatan Manusia









    Al-Quran adalah kalam Allah yang merupakan sebuah Mu’jizat yang
    diturunkan kepada Nabi akhir jaman Muhammad . Tidak ada yang menandingi
    keindahan bahasa Al-Quran dan keindahan ketika kita melantunkan
    Al-Quran. Banyak orang yang hatinya tergetar jika di bacakan ayat-ayat
    Al-Quran, sehingga kemudian dia mendapatkan risalah kebenaran. Al-Quran
    adalah satu-satunya kitab yang terjaga keasliannya walau telah
    diturunkan 14 abad yang lalu akan tetapi tetap terjaga dalam satu Bahasa
    dan satu huruf yang terangkai didalamnya.



    Banyak usaha-usaha yang di lakukan oleh orang-orang kafir untuk
    memalsukan Al-Quran, namun usaha itu selalu kandas dan sia-sia. Al-Quran
    yang berjumlah 30 juz, 112 surat, 6666 ayat dan 51.900 kata itu dengan
    mudah di hafalkan oleh orang-orang yang beriman dan mempunyai hati yang
    bersih.



    Al-Quran adalah sumber ilmu yang tidak pernah ketinggalan zaman bahkan
    selalu mendahului zaman, karena kebenarannya baru terbukti ketika zaman
    sudah mampu menciptakan tekhnologi mulai dari ilmu matetamtika, Biologi,
    kedokteran,fisika,kimia,bahasa, sejarah dll, segala ilmu telah terbukti
    sebelum ditemukan alquran telah menafsirkan dan menuliskannya.
    Keajaiban lain dari Al-Quran yang tak kalah mencengangkan adalah bahwa
    Al-Quran ternyata tersusun menurut perhitungan Matematis yang sangat
    teliti dan sangat cerdas !!

    Berikut ini sejumlah perhitungan yang benar-benar merupakan mukjizat.



    Kata “Yaum” (hari) dalam bentuk tunggal disebutkan sebanyak 365 kali,
    yang sama jumlahnya dengan jumlah hari pada tahun Syamsyiyyah

    Kata “Yaum” (hari) dalam bentuk jamak sebanyak 30 kali, sama dengan jumlah hari dalam satu bulan

    Kata “Syahr” (Bulan) sebanyak 12 kali, sama dengan jumlah bulan dalam satu tahun.

    Kata “Sab’u (minggu) disebutkan 7 kali, sama dengan jumlah hari dalam satu minggu

    Jumlah “Saah” (jam) yang didahului dengan “Harf” sebanyak 24 kali, sama dengan jumlah jam dalam satu hari

    Kata “Sujud” disebutkan 34 kali, sama dengan jumlah rakaat dalam sholat 5 waktu

    Kata “Shalawat” disebutkan 5 kali, sama dengan jumah sholat wajib sehari semalam

    Kata “Aqimu” yang diikuti kata “Shalat” Sebanyak 17 kali, sama dengan jumlah rakaat shalat fardhu.

    Kata “al-Dunya” disebutkan sebanyak 115 kali, begitu juga kata “al-Akhirah” sebanyak 115 kali

    Kata “ al-Israf” disebutkan 23 kali, begitu juga kata kebalikannya “al-Sur’ah”

    Kata “Malaikat” disebutkan 88 kali, kata kebalikannya “al-Syayathin” juga 88 kali

    Kata “al-Sulthan” disebutkan 37 kali, kata kebalikannya “al-Nifaq” juga 37 kali

    Kata “Harb” (panas) sebanyak 4 kali, kebalikannya “al-Bard” (dingin) juga 4 kali

    Kata “al-Harb” (perang) sebanyak 6 kali, kebalikannya “al-Husra” (tawanan) 6 kali

    Kata “al-Hayat” (Hidup) sebanyak 145 kali, kebalikannya “al-Maut” (mati) 145 kali

    Kata “Qalu” (mereka mengatakan) sebanyak 332 kali, kebalikannya “Qul” (katakanlah) juga sebanyak 332 kali

    Kata “al-Sayyiat” (keburukan) yang menjadi kebalikannya kata “al-Shahihat” (Kebajikan) masing-masing 180 kali

    Kata “al-Rahbah” (cemas/takut) yang menjadi kebalikan kata “al-Ragbah” (harap/ingin) masing-masing 8 kali

    Kata “al-Naf’u” yang menjadi kebalikan kata “al-Fasad” masing-masing 50 kali

    Kata “al-Nas” yang menjadi kebalikan kata “al-Rusul” masing-masing 368 kali

    Kata “al-Asbath” yang menjadi kebalikan kata “al-Awariyun” masing-masing 5 kali

    Kata “al-Jahr” yang menjadi kebalikan kata “al-Alaniyah” masing-masing
    16 kali.Masih banyak lagi, yang tidak dapat disebutkan satu-persatu

    Sekarang lakukan perhitungan sebagai berikut :



    Dengan mencari persentase jumlah kata “bahr” (lautan) terhadap total
    jumlah kata (bahr dan barr ) kita dapatkan : (32/45) x 100 % =
    71.1111111%

    Dengan mencari persentase jumlah kata “barr (daratan) terhadap total
    jumlah kata (bahr dan barr) kita dapatkan : (13/45) x 100 % =
    28.888888889 %Kita akan mendapatkan bahwa Allah SWT. Dalam Al-Quran pada
    14 abad yang lalu menyatakan bahwa persentase air di bumi adalah
    71.11111111 %, dan persentase daratan adalah 28.8888888889, dan ini
    adalah rasio yang riil dari air dan daratan.

    Itulah sebagian kecil keajaiban dan kemukjizatan Al-Quran. Keajaiaban
    yang lain merupakan misteri yang akan insyaAllah akan dipecahkan oleh
    orang-orang yang berilmu.



    Seorang ahli biokimia berkebangsaan Amerika keturuna Mesir dan seorang
    ilmuwan Muslim, Dr. Rashad Khalifa, adalah orang yang pertama yang
    menemukan sistem matematika pada desain Al-Quran. Dia memulai meneliti
    komposisi Matematik dari Al-Quran pada tahun 1968, dan memasukka
    Al-Quran ke dalam sistem computer pada tahun 1969 dan 1970, yang
    diteruskan dengan menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris pada awal
    70-an. Dia tertantang untuk memperoleh jawaban dalam menjelaskan inisial
    pada beberapa surah dalam Al-Quran (seperti Alif Lam Mim) yang sering
    diberi penjelasan “hanya Allah yang mengetahui maknanya”. Dengan
    tantangan ini, dia memulai riset secara mendalam pada inisial-inisial
    tersebut setelah memasukkan teks Al-Quran ke dalam sistem computer,
    dengan tujuan utama mencari pola matematis yang mungkin akan menjelaskan
    pentingnya inisial-inisial tersebut. Setelah beberapa tahun melakukan
    riset, Dr. Khalifa mempublikasikan temuan-temuan pertamanya dalam sebuah
    buku berjudul “MIRACLE OF THE QURAN : Significance of the Mysterious
    Alphabet” pada Oktober 1973., bertepatan dengan Ramadhan 1393

    Sementara itu Angka yang sering keluar daalam alquran adalah angka 19

    Dalam Al Qur’an. Keistimewaan angka 19 di dalam Al Qur’an ini, di antaranya:

    1. Kata bismillahirrahmanirrahim, yang merupakan kata pembuka dari surah Al Qur’an terdiri dari 19 huruf.

    2. Paket wahyu pertama (QS. Al Alaq (96) ayat 1—5), diturunkan sebanyak 76 huruf atau 19 x 4.

    3. Ayat pertama kali turun, (QS. Al Alaq ayat 1), terdiri dari 19 huruf.

    4. Jumlah surah Al Qur’an ada 114 atau 19 x 6.



    Angka 19 inilah yang menjadi alat kontrol huruf di dalam Al Qur’an,
    sehingga Al Qur’an terpelihara dari perubahan yang dilakukan oleh orang
    tak bertanggung jawab. Tidak akan pernah sedikitpun meleset dari
    hitung-hitungan, anda bisa bandingkan dengan kitab suci lain. perhatikan
    bagaimana Angka 19 dalam mengontrol Al Qur’an:



    Surah ke-68, yang diawali huruf nun. Jumlah nun dalam surah tersebut 133 atau 19 x 7.

    Surah ke-36, yang diawali huruf ya sin, memiliki huruf ya sebanyak 237
    dan huruf sin 48. Bila dijumlahkan mejadi 285 atau 19 x 15.

    Surat ke-13, yang diawali huruf alif lam mim ra’, di mana jumlah alif =
    605, lam = 480, mim = 260 dan ra’ = 137, total keempat huruf tersebut
    1482 atau 19 x 78.

    Sebagian besar ahli tafsir menafsirkan 19 sebagai jumlah malaikat.
    Menurut Dr. Rashad Khalifa, menafsirkan bilangan 19 sebagai jumlah
    malaikat adalah tidak tepat. Bagaimana mungkin jumlah malaikat dapat
    dijadikan untuk cobaan bagi orang-orang kafir (QS. Al Muddassir ayat
    30—31).



    “Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga). Dan Kami jadikan
    penjaga neraka itu hanya dari malaikat, dan Kami menentukan bilangan
    mereka itu hanya sebagai cobaan bagi orang-orang kafir, agar orang-orang
    yang diberi kitab menjadi yakin, agar orang yang beriman bertambah
    imannya, agar orang-orang yang diberi kitab dan orang-orang mukmin itu
    tidak ragu-ragu, dan agar orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit
    dan orang-orang kafir (berkata), ‘Apakah yang dikehendaki Allah dengan
    (bilangan) ini sebagai suatu perumpamaan?’ Demikianlah Allah membiarkan
    sesat orang-orang yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada
    orang-orang yang Dia kehendaki. Dan tidak ada yang mengetahui bala
    tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri. dan Saqar itu tidak lain hanyalah
    peringatan kepada manusia.”



    Selain penjelasan di atas, dalam beberapa kejadian di alam ini dan juga
    dalam kehidupan kita sehari-hari, ada yang mengacu kepada bilangan 19,
    di antaranya sebagai berikut:



    Bumi, matahari dan bulan berada pada posisi yang relatif sama setiap 19 tahun.

    Komet Halley mengunjungi sistem tata surya kita pada setiap 76 tahun (19 x 4).

    Tubuh manusia memiliki 209 tulang atau 19 x 11.Selain berhubungan dengan
    kejadian di alam, bilangan 19 juga berkaitan dengan ibadah umat Islam,
    seperti:

    Sholat, jumlah rakaat pada shalat Subuh, Dhuhur, Ashar, Maghrib dan
    Isya’ masing-masing adalah 2, 4, 4, 3, dan 4 rakaat. Jika jumlah rakaat
    tersebut disusun menjadi sebuah angka 24434 merupakan bilangan kelipatan
    19 atau 19 x 1286.



    Di abad modern pun banyak orang-orang yang memang ingin mengubah isi
    alqur’an akan tetapi sampai detik ini alquran masih asli dari pertama
    diturunkan karena alquran adalah tuntunan dan mukjizat terbesar yang di
    ciptakan Allah kepada Umat Muhammad Umat akhir jaman!
    Klik di Bawah Untuk Bersedekah







No comments:

Post a Comment