Friday, August 26, 2011

9 Nama Iblis yang Menggoda & Menjerumuskan Manusia






    http://dwid08.student.ipb.ac.id/files/2010/06/iblis.jpg

    Jenis Iblis yang menjerumuskan manusia ke dalam jurang kesesatan itu banyak sekali.

    Bahkan ada ulama yang berpendapat bahwa dalam menyesatkan manusia
    Iblis itu mem­punyai spesifikasi keahlian tersendiri sesuai dengan
    bidangnya. Yang ahli menggoda orang shalat tugasnya hanya menggoda orang
    shalat, yang ahli mengkufurkan orang yang beriman tugasnya hanya
    mengkufurkan dengan berbagai tipu daya dan propaganda yang menyesatkan,
    begitu seterusnya.





    Mengenai
    hal ini ada keterangan yang bersumber dari Umar bin Khatab ra Bahwa
    Keturunan Iblis yang mempunyai tugas menggoda dan menjerumuskan manusia
    (ke lembah kesesatan) itu ada sembilan, yaitu:





    Iblis Zailatun (زَيْلَة ٌ )


    Iblis
    ini bertugas untuk menjerumuskan para pedagang di pasar agar berdusta,
    mau me­ngurangi timbangan, membuat onar diantara para pedagang, dan
    melakukan bujuk rayu kepada para pedagang agar melakukan pe­nyimpangan
    dan kecurangan dalam aqad jual beli, dengan diiming-imingi agar cepat
    kaya.





    Ajakan
    Iblis diatas itu jelas bertentangan dengan syari'ah, merusak ekonomi
    umat, menanamkan mental binatang yang segala cara dalam meraih
    kesuksesan, serta me­numbuhkan jiwa egoistisme dan material­isme yang
    membabi-buta. Kalau ini sudah ditanamkan oleh Iblis, maka dengan
    sendiri­nya orang itu akan senang-berenang dalam lumpur kemaksiatan dan
    kedurhakaan.





    Karena itu, ada ancaman berat bagi siapa saja yang mengikuti ajakan Iblis Zailatun untuk melakukan kecurangan dalam jual beli.





    Ada keterangan yang bersumber dari Abu Dzar ra., ia berkata: Rasulullah saw pemah bersabda:





    ثَلاَثَةُلاَيَنْظُرُاللهُ اِلَيْهِِِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِوَلاَ يُزكِّيْهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيْم





    Ada
    tiga orang dimana Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat
    (tidak memberikan rahmat), tidak membersihkan dosa mereka, dan mereka
    (juga) akan mendapat siksaan yang amat pedih. Abu Dzar ra berkata :
    "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam mengatakan (hal
    tersebut) sampai tiga kali "Aku berkata: Mereka akan menyesal dan
    merugi, siapa mereka itu Ya Rasulullah?. Lalu beliau bersabda: a). Orang
    yang menurunkan kain­nya (hingga menutupi kedua mata kakinya) b). Orang
    yang suka mengungkit-ungkit pemberiannya. c). Dan orang yang menjual
    barang dagangannya dengan sumpah palsu. (HR. Muslim)





    Larangan untuk melakukan kecurangan dalam jual beli juga disebutkan dalam Al­-Qur'an





    "Kecelakaan
    besarlah bagi orang-orang yang curang. (Yaitu) orang-orang yang apabila
    menerima takaran dari orang lain, mereka mengurangi. Dan apabila mereka
    menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Tidakkah
    orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan.
    Pada suatu hari yang besar (Yaitu) hari (ketika) manusia berdiri
    menghadap Tuhan."
    (QS. Al-Muthaffifiin :1-6)





    Itulah diantara ancaman siksa bagi orang yang mengikuti Iblis Zailatun, yang melaku­kan kecurangan dalam berdagang.





    Cara
    Iblis Zailatun menjerumuskan para pedagang adalah dengan menakut-nakuti
    kebangkrutan jika berbuat jujur dalam berdagang, dan mengiming-imingi
    akan cepat kaya, cepat berhasil dan sukses jika mau berbuat curang dalam
    berdagang. jika orang yang berdagang itu lemah imannya, ambi­sius dan
    materialistis tentu ia akan mudah terjebak dalam bujuk rayu Iblis
    Zailatun. Akhimya ia akan menjadi pengikut setia Iblius Zailatun.





    Iblis Wawatsin


    Iblis
    Wawatsin dalah Iblis yang bertugas menggoda dan menjerumuskan orang
    yang beriman agar selalu menggerutu, tidak sabar dan tidak ikhlas setiap
    kali menerima musi­bah, atau cobaan dari Allah Ta'ala.





    "Sesungguhnya
    wanita-wanita yang merintih (lantaran menerima musibah) ini akan
    dijadikan kelak di hari kiamat dua barisan dalam neraka jahannam, satu
    barisan berada disebelah kanan penduduk neraka dan satu barisan lagi
    berada disebelah kiri, akhirnya mereka menggonggong kepada penduduk ahli
    neraka, sebagai­mana layaknya anjing-anjing yang menggonggong."
    (HR. Ath-Thabrani).





    Padahal
    orang yang meratapi musibah dengan menggerutu sampai merobek-robek
    pakaiannya adalah dosa. Tmdakan seperti ini merupakan cermin dari
    ketidak-ikhlasan atas takdir Allah, sepertinya ia menyalahkan Allah,
    yang menghilangkan kesenangan dirinya, padahal semua apa yang ada di
    alam ini telah ditentukan oleh Allah masanya atau kehancurannya. Oleh
    karena itu, sya­ri'ah memerintahkan untuk bersabar dan ikhlas setiap
    kali menerima cobaan dan mu­sibah dari Allah Ta'ala, sebab setiap
    musibah itu ada hikmah yang terkandung didalam­nya. Allah mengancam akan
    menyiksa terhadap orang yang tidak bersabar dalam menerima musibah.
    Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dalam hadits yang lain disebutkan, bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pernah bersabda:





    "Tidak
    termasuk umat kami yang sempurna orang yang menampari pipinya sendiri
    (ketika menerima musibah), merobek-robek leher bajunya sendiri dan
    meratapi mayat, sebagaimana kebiasaan orang-orang jahiliyah".
    (HR. Bukhari dan Muslim)





    Demikianlah
    diantara ancaman siksa bagi orang yang mengikuti Iblis Wawatsin.
    Se­hingga ia selalu mengerutu setiap kali menerima musibah. Iblis ini
    dalam menjerumus­kan orang yang beriman ke dalam jurang kemaksiatan dan
    kekufuran adalah dengan menanamkan rasa ketidak-puasan terhadap takdir
    Allah, mempengaruhi jiwanya agar memberontak ketika menerima musibah,
    membakar emosinya dan menghilangkan sifat sabarnya.





    Jika
    seseorang sudah tidak mampu mengendalikan emosinya, maka Iblis dengan
    mudah menjerumuskan dinnya ke dalam perbuatan munkar. Hanya keima­nan
    dan ketakwaan yang kuat serta kesa­baran yang tinggi yang dapat
    menangkal­nya dari gangguan dan bujuk rayu Iblis Wawatsin.





    Iblis Akwan


    lblis
    ini bertugas menyesatkan dan mem­pengaruhi para remaja dan pimpinan
    umat supaya selalu berbuat dzalim, menjauhi hal-­hal yang ma'ruf,
    menanamkan kesenangan berbuat munkar dan maksiat.





    Cara
    yang digunakan oleh Iblis Akwan da­lam menjerumuskan remaja yang
    beriman ke dalam lembah kemaksiatan adalah bermacam-macam. Perbuatan
    yang jelas mun­karnya itu dikemas dengan baik sehingga tidak terkesan
    sebagai perbuatan maksiat, hal ini dilakukan-oleh Iblis Akwan untuk
    menarik simpati dari remaja beriman agar mau melakukannya. Termasuk
    memper­halus istilah-istilah yang berbau maksiat dan munkar, ini
    dilakukan untuk menghilang­kan kesan maksiat, dengan demikian remaja
    akan mudah dibujuk dan dirayu untuk di­jebloskan ke dalam dunia sesat
    yang jauh dari tuntunan agama.





    Hal ini telah dijelaskan oleh Allah dalam firman-Nya:





    "...
    tetapi setan (Iblis) menjadikan umat-umat itu memandang baik perbutan
    meeka (yang buruk), maka setan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan
    bagi mereka adzab yang sangat pedih.
    (QS. An-Nahl 16:63)





    Dalam
    menyesatkan para pemimpm umat, Iblis Akwan selalu mendorong para
    pemim­pin itu untuk berbuat dzalim, merampas hak rakyat, bertindak
    sewenang-wenang, korupsi, manipulasi, serta Iblis Akwan juga mena­namkan
    rasa ketakutan dihati para pemimpin akan kemiskinan jika mereka tidak
    mau berbuat dzalim, curang dalam bertindak, mumpung masih berkuasa agar
    kekuasaan­nya itu digunakan sebaik mungkin untuk berbuat munkar dan
    maksiat, baik teihadap rakyatnya maupun terhadap Allah. Kalau ini sudah
    berhasil, maka Iblis Akwan akan lebih mudah lagi menenggelamkan mereka
    ke­dalam lumpur kemaksiatan, akhimya jadilah mereka pemimpin yang
    durhaka.





    Untuk
    para pemimpin yang berbuat dzalim seperti diatas itu, Allah mengancam
    akan menyiksanya dengan siksaan yang amat pe­dih. Sebagaimana disebutkan
    dalam Firman­Nya:





    "Sesungguhnya
    dosa itu atas orang-orang yang berbuat dzalim kepada manusia dan
    melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat adzab yang
    pedih".
    (QS. Asy-Syuura 42:42)





    Itulah diantara ancaman siksa bagi siapa yang berbuat dzalim di muka bumi ini dan mengikuti jejak Iblis Akwan.





    Iblis Hafaf


    Iblis
    ini bertugas menyesatkan dan menje­rumuskan kaum muslimin ke lembah
    nista yang berlumur dosa dengan cara melakukan tipu daya dan bujukan
    agar kaum muslimin melanggengkan minum khamer. Sebab jika seseorang
    sudah minum khamer dan mabuk, maka segala bentuk kemung­karan yang lain
    dengan mudah ia laksana­kan. Seperti berzina, membunuh, berbuat aniaya,
    mencuri dan segala kemungkaran yang lain. Karena tingkah laku orang yang
    sedang mabuk itu tidak dapat dikendalikan oleh otaknya, jiwanya dan
    perasaannya sudah dikuasai oleh Iblis. Untuk itu, ia mudah dibimbing
    oleh Iblis guna dijeblos­kan ke dalam kemaksiatan dan kekufuran. Banyak
    sekali orang yang tadinya tidak berani membunuh, merampok dan berzina,
    akan tetapi setelah ia menenggak khamer dan mabuk, maka segala bentuk
    kemak­siatan di atas itu dapat dilakukannya dengan mudah, sepertinya
    tidak ada beban baginya.





    Agar
    tidak mudah tertipu oleh bujuk rayu Iblis Hafaf, Allah telah
    memperingatkan kaum muslimin agar tidak meminum kha­mer, karena khamer
    adalah identik dengan setan. Sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya:





    "Hai
    orang-orang yang beriman, sesungguhnya (memi­num) khamer, berjudi,
    (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan
    keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-­perbuatan itu
    agar kamu mendapat keberuntungan."
    (QS. Al-Maidah 5:90)





    Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pernah bersabda:





    "Jauhilah khamer, sesungguhnya khamer itu adalah sumber segala kejahatan (kemaksiatan).


    Didalam hadits lain yang bersumber dari Anas ra, dikatakan sebagai berikut:


    Rasulullah sShallallahu 'Alaihi wa Sallam melaknati sepuluh orang karena khamer, yaitu


    1. Orangyang memeras bahan khamer.


    2. Orang yang minta diperaskan bahan khamer untuk diminumkan kepada orang lain.


    3. Orang yang minum khamer


    4. Orang yang membawa khamer


    5. Orang yang dituju untuk dibawakan khamer kepadanya.


    6. Orang yang menuangkan khamer ke gelas atau lainnya.


    7, Orang yang menjual khamer.


    8. Orang yang memakan harta hasil penjualan khamer.


    9. Orang yang membeli khamer.


    10. Orang yang dibelikan khamer.


    (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)





    Demikianlah ancaman bags orang yang me­ngikuti Iblis Hafaf, yang mau menenggak khamer dan benda yang memabukkan lain­nya.





    Iblis Wamurah


    Iblis
    Wamurah ini bertugas menjerumus­kan para penyanyi agar mendendangkan
    lagu yang penuh maksiat, mengajak berbuat munkar, serta lagu-lagu yang
    bersyair ke­bebasan tanpa etika. Juga menjerumuskan para penyanyi agar
    berpenampilan seronok, yang dapat mengundang luapan nafsu dan maksiat.
    Dengan demikian orang akan mudah digiring untuk dijebloskan dalam dunia
    munkar dan maksiat. Nyanyian dan biduanitanya itu termasuk salah satu
    alat Iblis yang paling ampuh untuk menjerumuskan orang ke dalam jurang
    kesesatan yang penuh dengan lumuran dosa. Banyak sudah orang yang
    melakukan kemaksiatan karena terpengaruh oleh syair lagu-lagu maksiat,
    atau dikarenakan men­contoh tingkah laku artis yang diidolakan yang
    senang berbuat munkar, bergaul bebas dan akhlaknya yang buruk.





    Oleh
    karena itu, untuk menangkal bujuk rayu dan propaganda yang menyesatkan
    yang ditiupkan oleh Iblis Wamurah adalah dengan menanamkan aqidah yang
    kuat dan akhlak yang mulia. Sebab dengan ber­pegang teguh pada kedua
    faktor diatas Insya Allah diri akan selamat dari godaan Iblis Yang jahat
    ini.





    Iblis Laqwas


    Iblis
    Laqwas adalah Iblis yang bertugas mempengaruhi manusia agar tetap
    kafir, tetap musyrik dan tetap menyembah ber­hala atau sesembahan
    lainnya selain Allah. Sudah banyak orang yang disesatkan oleh Iblis
    Laqwas, terkadang ia mengganti ben­tuknya seperti seorang syekh lalu
    memberi­kan pelajaran atau tuntunan yang meng­arah kepada kemusyrikan
    dan pemurtadan dengan berbagai dalih serta promosi yang mengikat,
    sehingga banyak orang yang le­mah imannya keluar dari jalur Islam karena
    mengikuti saran Iblis Laqwas, hanya demi mendapatkan sesuap nasi,
    jabatan, kedu­dukan, pekerjaan, fasilitas, bahkan ada yang rela
    melepaskan keimanannya demi sang kekasih.





    Orang
    yang menyembah selain Allah, berarti dirinya menjadikan Iblis sebagai
    pelindung­nya, yang harus diikuti tingkah lakunya. Mereka tidak sadar
    kalau dirinya telah di­sesatkan oleh Iblis untuk dijerumuskan ke dalam
    jurang kekufuran. Sebagaimana disebutkan oleh Allah dalam firman-Nya:





    'Sesungguhnya
    mereka menjadikan seran-setan pelin­dung (mereka) selain Allah, dan
    mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk.'
    (QS. Al-A'raf 7:30)





    Di
    dalam ayat yang lain Allah Ta'ala telah memperingatkan kepada umat
    manusia agar tidak mudah ditipu oleh setan maupun Iblis, sebab makhluk
    jahat ini dalam menyesatkan dan mengkufurkan manusia menggunakan bujuk
    rayu dan tipu muslihat yang sangat memikat, maka tidak heran bila banyak
    orang yang lemah imannya menjadi korban tipu muslihatnya.





    Mengenai hal ini Allah Ta'ala berfirman:





    "Hai
    anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan
    sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu-bapakmu dari surga.
    (QS. Al-A'raf 7:27)





    Meskipun
    ada peringatan ayat diatas, masih banyak saja orang yang mengikuti
    Iblis Laqwas melakukan kekufuran dan kemusyrikan. Mereka mengira bahwa
    apa yang mereka perbuat itu merupakan jalan yang benar dan dapat memberi
    petunjuk kepada mereka, padahal jalan yang mereka tempuh itu sesat dan
    dapat mendatangkan siksa Allah. Itulah gambaran orang yang telah
    dijerumuskan oleh Iblis Laqwas ke­dalam kesesatan.





    Iblis A'war


    Iblis
    ini bertugas untuk mempengaruhi dan menggoda laki-laki dan wanita untuk
    melakukan perbuatan zina, atau melakukan perbuatan maksiat lainnya.





    Iblis
    A'war menggunakan "Pandangan Mata" sebagai cara yang paling ampuh untuk
    mem­bakar nafsu kaum lelaki dan wanita untuk berbuat maksiat.





    Mujahid
    berkata : Ketika wanita itu meng­hadap, maka Iblis duduk di kepalanya
    untuk menghiasi Wajah wanita tersebut agar tampak menarik bagi orang
    yang melihatnya, dan jika wanita itu berpaling ke belakang, maka Iblis
    duduk di pantatnya untuk meng­hiasi pantat tersebut agar tampak menarik
    bagi orang yang melihatnya.





    Apa
    yang dikatakan oleh Mujahid diatas itu memang benar, sebab umumnya
    lelaki bila melihat wanita ketika berhadapan, maka yang pertama kali
    diperhatikan adalah wajahnya, sedangkan ketika melihat wanita yang
    berjalan didepannya, maka yang pertama kali diperhatikan adalah
    pantatnya, karena itu memang tempatnya Iblis.





    Nabi
    Yahya as pernah ditanya: "Apa yang menjadi penyebab perzinaan?". Nabi
    Yahya as menjawab: "Yang menjadi penyebabnya adalah memandang wanita,
    lalu timbul dalam hati keinginan untuk berzina dengan­nya. Zina mata itu
    termasuk dosa kecil, dan hal ini dapat mendekat­kan pada perbuatan dosa
    besar, yaitu zina farji. Oleh karena itu, barangsiapa yang tidak mampu
    menundukkan pandangannya, maka niscaya ia tidak akan mampu menjaga
    farjinya". Demikian jawaban Nabi Yahya as ­terhadap penanya tadi.





    Nabi
    Isa as pernah berkata: 'Takutlah kamu memandang (wanita), karena
    sesungguh­nya memandang itu dapat menumbuhkan syahwat didalam hati, dan
    ini sudah cukup mendatangkan fitnah".





    Berkatalah Sa'ad bin Jubair ra: "Sesungguh­nya fitnah yang menimpa Nabi Daud as adalah dari memandang (wanita)".





    Dan
    masih banyak orang laki-laki maupun wanita yang berbuat zina yang
    diawali dari kebiasaan memandang lawan jenisnya yang bukan muhrimnya.
    Karena memandang merupakan panah Iblis yang sangat ampuh untuk
    menjerumuskan laki-laki dan wanita ke dalam perbuatan nista yang penuh
    dengan dosa. Sekarang tidak sedikit orang yang men­jadi budak Iblis
    A'war karena ingin melampiaskan nafsunya. Semoga kita dijauhkan oleh
    Allah dari godaan lblis ini.





    Iblis
    ini tugasnya mengencingi orang supaya malas bangun untuk beribadah.
    Jika orang sudah malas bangun malam untuk beribadah berarti dirinya
    mementingkan tidur­nya, tidak memikirkan tentang kehidupan­nya nanti di
    akhirat, tidak mau bermunajat kepada Allah berarti ada hal yang lebih
    pen­ting selain bermunajat, apakah itu tidur atau kegiatan-kegiatan lain
    yang berbau duniawi­yah. Kalau hal ini sudah menjadi kebiasaan seorang
    hamba, maka akan mempermudah Iblis menjauhkan dia dari kegiatan agama,
    lama kelamaan dirinya akan bisa meninggalkan aktivitas ibadah. Kalau
    sudah begini, Iblis tinggal menggiring dia untuk dijeru­muskan ke dalam
    jurang kemaksiatan dan kekufuran.





    Iblis Al-Wasnan


    Banyak
    orang terjerumus menjadi ahli mak­siat, bahkan dirinya sampai rela
    menanggal­kan aqidahnya yang disebabkan oleh malas beribadah.





    Malas
    beribadah itu menunjuk­kan lemah keimanannya, bahkan keimanan­nya bisa
    sebagai lipstik belaka, sebagai pe­manis bibir saja, buktinya ia mengaku
    ber­iman tetapi tidak mau beribadah, bahkan perintah agama ia tentang,
    larangannya ia terjang. Orang-orang seperti inilah yang setia menjadi
    pengikut Iblis Al-Wasnan, yang malas beribadah tetapi senang bermaksiat.
    Al-Qur'an telah memperingatkan kaum muslimin agar tidak mengikuti
    langkah-­langkah Iblis, sebab Iblis itu menyesatkan, menyauhkan orang
    agar tidak beribadah ke­pada Allah Sebagaimana disebutkan dalam
    Al-Qur'an surat Al-An'am 142:





    "Dan janganlah kamu mmglkuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. (QS. Al An'am 6:142)"





    Dengan demikian, bila ada orang malas ber­ibadah, senang berbuat munkar, maka dia telah menjadi teman Iblis.





    Iblis Dasim


    Iblis
    yang satu ini~bertugas untuk mempe­ngaruhi, menggoda dan mendorong
    suami istri untuk melakukan penyelewengan. Dengan terjadinya
    penyelewengan, maka sudah barang tentu rumah tangganya akan menjadi
    berantakan, tidak harmonis, jauh dari kebahagiaan yang pada akhimya
    nanti akan terjadi perceraian. Inilah yang diingin­kan oleh Iblis Dasim.





    Dengan
    terjadinya perceraian, maka orang akan mudah untuk digiring berbuat
    munkar dan maksiat, meskipun tidak sedikit orang yang tidak menikah juga
    tenggelam dalam dunia maksiat. Setidak-tidaknya orang yang sudah
    bercerai itu dapat dimanfaatkan oleh Iblis untuk dijerumuskan dalam
    perbuatan nista, seperti zina dan perbuatan munkar lainnya, karena ia
    sudah tidak mempunyai tempat untuk menyalurkan kebutuhan bio­logisnya
    secara halal. Karena diantara tujuan pernikahan adalah untuk menundukkan
    pandangan mata, menyalurkan kebutuhan biologis secara halal, untuk
    memperoleh keturunan, disamping menjalankan Sun­nah Rasulullah saw. Dan
    masih banyak lagi bahaya atau madlarat yang disebabkan tidak menikah,
    dan keadaan inilah yang dimanfaat­kan oleh Iblis Dasim untuk
    menjerumus­kan kaum muslimin ke lembah nista yang penuh dengan dosa.





    Oleh
    karena itu, Iblis sangat membenci ter­hadap keluarga yang rukun, damai
    dan sejahtera. Sebab kondisi keluarga seperti ini akan mendapat limpahan
    rahmat dan ber­kah dari Allah Ta'ala.




    Itulah
    nama-nama Iblis yang dikatakan oleh Umar bin Khathab yang bertugas
    menye­satkan manusia untuk dijerumuskan ke dalam kefasikan, kemaksiatan,
    kemusyrikan dan keku­furan, yang nanti menjadi temannya di dalam
    neraka. Semoga Allah menjauhkan dan menyela­matkan kita dari segala tipu
    daya Iblis ini. 

    Klik di Bawah Untuk Bersedekah







No comments:

Post a Comment