Thursday, August 11, 2011

10 Rahasia Terbesar Pramugari







    Anda
    pernah membaca kisah Steven Slater, pramugara JetBlue Airlines yang
    nekad keluar dari pesawat karena kesal dengan ulah penumpang? Muak
    dengan ulah seorang penumpang perempuan yang sulit diatur, Slater meraih
    intercom untuk mengucapkan selamat tinggal, mengambil bir di dapur,
    lalu membuka pintu pesawat, menggelar parasut untuk evakuasi, lalu
    meluncur keluar. Saat itu, JetBlue Flight 1052 baru mendarat di bandara
    JFK, New York City, dari Pittsburgh, dan sedang berjalan perlahan
    menuju gate di bandara. Insiden tersebut membuat Slater ditahan oleh polisi.





    Ulah
    Slater memang sangat tidak bertanggungjawab, namun alasan di balik
    tindakan nekadnya bisa dimengerti. Ulah penumpang yang semaunya
    sendiri memang menjadi santapan sehari-hari awak kabin di penerbangan
    manapun. Maka, untuk membuat penerbangan menjadi aman dan nyaman
    (serta tepat waktu), ada baiknya Anda mengetahui apa saja yang
    dihadapi pramugara-pramugari di atas pesawat.



    1. Memastikan keselamatan penumpang


    Apa pekerjaan seorang pramugari? Mereka memang bertugas melayani
    kebutuhan dan kenyamanan Anda selama di dalam pesawat, tetapi yang
    terpenting adalah memastikan keselamatan Anda. "Orang sering menganggap
    peraturan di dalam pesawat itu mengganggu, tapi sebenarnya ada alasan
    di balik setiap aturan tersebut, yaitu menjaga keselamatan Anda,"
    ujar Sara Keagle, mantan pramugari yang juga pemilik blog
    TheFlyingPinto.com.



    2. Bekerjasama akan sangat membantu


    Bagian paling sulit dalam suatu penerbangan adalah boarding,
    karena proses penyimpanan bagasi bisa sangat merepotkan. "Jika
    penumpang mau bekerjasama, dan tidak hanya memikirkan diri sendiri, itu
    akan membuat pekerjaan kami jauh lebih mudah, dan membantu
    penerbangan tepat pada waktunya," ujar Teresa, mantan pramugari yang
    pernah bekerja untuk Delta Air Lines. Anda bisa membantu penumpang
    lain seperti tidak berlama-lama berdiri di lorong ketika akan
    menyimpan barang di overhead bin. Bantu juga penumpang yang kesulitan menyimpan barangnya.



    3. Bukan restoran di udara


    Selalu ingat bahwa penerbangan bukanlah suatu tempat fine dining.
    Menurut Ellen, mantan pramugari dari United Airlines, airlines tidak
    selalu menyiapkan 100 persen pilihan hidangan yang ada di buku menu.
    Jadi, Anda harus menerima jika apa yang Anda minta tidak tersedia.
    "Anda sedang berada di atas 747, bukan di 7-Eleven," tukas Gary, mantan
    pramugara dari airlines yang sama.



    4. Jangan lupa "tolong" dan "terima kasih"


    Tugas pramugari memang melayani Anda, tetapi tidak berarti mereka
    bisa disuruh-suruh oleh penumpang. "Sangat berarti buat saya kalau
    orang membalas sapaan 'Selamat pagi' ketika saya menegur mereka," ujar
    Lisa Lent, seorang pramugari. Menurut Teresa, penumpang pun sering
    membawakan hadiah kecil seperti permen untuk awak kabin. Atau,
    menawarkan majalah yang sudah selesai dibaca. Hal-hal kecil itulah yang
    membuat pramugari merasa dihargai.



    5. Mabuk di atas ketinggian 35.000 kaki


    "Karena high altitude, pengaruh alkohol memang sangat terasa
    ketika Anda terbang," papar Fanny Delaunay, mantan pramugari Air
    France. Jika Anda mulai terlihat mabuk atau sulit diatur, pramugari
    bertanggungjawab untuk mengontrol situasi tersebut. Kalau pramugari
    juga sudah melihat bahwa Anda terlalu banyak minum, mereka akan tetap
    memberikan minuman, tetapi tidak sepenuhnya berisi alkohol. "Kami
    mungkin hanya mencelup tepi gelas dalam vodka atau gin, lalu mengisi
    sisanya dengan campuran lain," kata Ellen.



    6. Mata dan telinga pilot


    Jangan lupa, flight attendant bertugas memastikan
    keselamatan Anda, bukan melayani semua kebutuhan Anda. Mereka telah
    menjalani training, termasuk pelatihan untuk kondisi medis darurat,
    CPR (Cardiopulmonary resuscitation), dan cara mengevakuasi dari pesawat.





    "Karena
    kebanyakan penerbangan tidak menemui masalah keamanan, untungnya,
    sebagian orang meyakini bahwa kami ini hanya tukang membawa bagasi dan
    penyaji minuman, dan tidak menyadari bahwa pramugari itu dilatih untuk
    menjamin keselamatan dan kenyaman penumpang," ungkap Agnes Huff, PhD,
    mantan pramugari US Airways dan Pacific Southwest Airlines.





    Menurut
    Sara Keagle, karena pilot tidak bisa melihat ke dalam area penumpang,
    mereka bergantung pada mata dan telinga pramugari. Pramugarilah yang
    harus waspada dengan apa yang terjadi di dalam pesawat, dan
    menginformasikan pilot bila ada situasi darurat.



    7. Intim saat takeoff dan landing


    Meskipun baru bertemu di atas pesawat selama beberapa menit,
    hal-hal mengejutkan bisa terjadi antara pramugari dan penumpang.
    Mendadak pramugari bisa menjadi sahabat penumpang, seolah-olah sudah
    kenal bertahun-tahun. "Saya pikir kepercayaan itu datang setelah
    mengetahui bahwa kami saling bahu-membahu dalam kondisi darurat,"
    tutur Gary. Menurutnya, pembicaraan paling intim terjadi saat takeoff, taxiing (ketika pesawat baru mendarat dan berjalan perlahan menuju gate di bandara) dan landing. Saat itulah terjadi ikatan antara penumpang dan awak kabin.



    8. Masuk toilet harus ada waktunya


    Anda tahu kan, ketika sudah diumumkan untuk mengencangkan sabuk
    pengaman, masih ada saja penumpang yang justru masuk ke toilet.
    Padahal, kejadian ini bisa membuat penerbangan ditunda. Jika seseorang
    sedang menggunakan toilet, pramugari harus memberitahu pilot, dan
    pilot harus menghentikan pesawat (jika sudah bersiap takeoff) sampai penumpang kembali ke kursinya dan mengencangkan sabuk pengaman.


    Bukan
    hanya itu, menggeser-geser kereta makanan seberat 150 kg kembali ke
    dapur hanya karena ada satu penumpang yang ingin menggunakan toilet,
    adalah hal paling mengganggu buat mereka.




    9. Tiga kali lipat lebih lelah

    Duduk di dalam pesawat selama berjam-jam bukan hanya membosankan
    bagi penumpang, tetapi juga untuk pramugari. Pramugari biasanya sudah
    harus siap di pesawat satu jam sebelum penumpang bersiap untuk
    penerbangan, bahkan beberapa jam sebelumnya mereka sudah harus ada di
    bandara. Jadi jika Anda merasa lelah, kalikan kelelahan itu tiga kali
    untuk memahami betapa melelahkan tugas seorang pramugari.



    10. Bertemu penumpang adalah hal paling menyenangkan


    "Salah satu bagian favorit saya dari pekerjaan ini adalah
    mendapatkan obrolan yang berarti dengan orang-orang yang
    menyenangkan," kata Fanny. Mungkin karena didorong ketakutan untuk
    terbang, atau karena keajaiban di atas udara, sehingga orang cenderung
    terbuka dan senang bercerita mengenai dirinya. Pramugari banyak
    belajar hal baru dari sini.


    Klik di Bawah Untuk Bersedekah
     

No comments:

Post a Comment